kameracctvsemarang

Penggunaan Konverter Fiber Optik pada CCTV berbasis Coaxial

          Teknologi CCTV pada umumnya dimulai dari kamera analog low resolution, AHD, HD-TVI dan HD-CVI menggunakan transmisi analog untuk memindahkan gambar dari kamera ke monitor. Dalam beberapa project kabel berbasis tembaga (baik Coaxial maupun UTP) memiliki keterbatasan dalam hal jarak dan interferensi sehingga kabel optik bisa menjadi pilihan, dan kadang-kadang menjadi satu-satunya cara untuk mendistribusikan sinyal kamera cctv selain tentunya IP camera dan wireless access point. Untuk informasi lebih lengkap soal IP camera, yuk mari kita kenali dulu apa sih kelebihan ip camera dibandingkan dengan CCTV Analog biasa.

          Selama beberapa tahun terakhir ini CCTV telah tersebar di mana-mana untuk aplikasi standar terkait dengan upaya antisipasi keamanan dan keselamatan maupun untuk pemantauan kinerja operasional perusahaan. Sebagai salah satu contoh, pemerintah kota yang telah menggunakan CCTV selama bertahun-tahun untuk memantau arus lalu lintas dan membantu tugas kepolisian untuk membantu mengamankan contohnya sistem CCTV yang digunakan oleh Pemerintah Kota Surabaya.

         Beberapa tahun terakhir CCTV menggunakan standar teknis siaran televisi dan karakteristik kinerja kualitas sistemnya juga berasal dari teknik dan peralatan yang biasanya digunakan dalam industri siaran televisi. Munculnya CCTV berbasis IP dan teknologi cctv yang lebih baru terkait dengan sistem Analog High Definition (HD) telah membantu memperluas cakupan sistem pengawasan. Akibatnya, saat ini kita sering melihat produk CCTV menggunakan campuran dari kedua teknologi berbasis analog dan jaringan, yang pertama menggunakan kabel coaxial dan yang terakhir menggunakan kabel Unshielded Twisted Pair (UTP).

Kabel Coaxial memang mudah digunakan, namun perlu diperhatikan soal kekurangannya seperti :

  • Jarak transmisi yang masih terbatas (max. 500 mtr)
  • Sangat rentan terhadap gangguan medan listrik, petir, dan mesin-mesin seperti generator atau trafo

            Pada suatu project, sesekali ditemui kasus pemasangan kamera yang letaknya diatas kemampuan jangkauan kabel coaxial. Misalnya ada 3 kamera di gudang A yang letak gudang A tersebut sejauh 1 kilometer dari DVR yang ada di Pos Security. Untuk mengatasinya bisa dengan menggunakan 3 IP Camera di gudang A tersebut yang dihubungkan dengan Wireless Acces Point ke pos security dan di pos security menggunakan hybrid DVR yang bisa merekam IP Camera dan analog/AHD camera secara simultan. Namun ada beberapa kekurangan dari sistem IP Camera+Wireless Access Point ini seperti:

  • Dibutuhkan LOS (line of sight) dari access point sehingga dibutuhkan tambahan access point jika terhalang bangunan/tembok.
  • Sistem wireless access point rawan terhadap gangguan cuaca seperti petir/hujan.

Cara kedua adalah dengan cara memasang Fiber Optic to Coaxial Converter. Dengan alat ini  kendala jarak transmisi yang terbatas, interferensi medan elektromagnetik, gangguan bangunan/tembok dan cuaca buruk dapat diatasi.

fo_coaxial_converter
Tentu saja hal ini menjadi alternatif baru bagi dunia instalasi CCTV.
Untuk konsultasi lebih lanjut mengenai kebutuhan CCTV anda silakan hubungi kami
Call : 08133-1111-386
WhatsApp : 0857-3227-0577
😉

Salam Sukses untuk anda semua, semoga bermanfaat.